Gambaran Surga Yang Dicari

Oleh : Beni Nur Cahyadi. S. Pd. I. M. Pd. M. H
Guru PAI SMK Pancasila 3 Baturetno

Setelah dua tahun terpuruk, kini masyarakat Indonesia bisa tersenyum lebar. Kebijakan yang mengizinkan mudik lebaran bisa dilakukan membuat usaha mereka kembali bergairah kedatangan para pemudik , sejumlah wisatawan di berbagai daerah di tanah air yang telah diizinkan dibuka . di perbolehkan nya mudik membuat roda perekonomian masyarakat ini menggeliat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa menjelang lebaran tahun ini 2022 , masyarakat berbondong-bondong ingin menghabiskan momen lebaran dengan pergi mudik dan travelling.

Meski di tengah pandemi seperti sekarang ini, niat masyarakat untuk bepergian sama sekali tidak surut. Hal ini terlihat dari berbagai bandara,stasiun dan terminal tersebar di pelbagai daerah di Indonesia yang di padati oleh pemudik yang akan mudik ke kampung halaman masing – masing baik menggunakan menggunakan transportasi umum maupun dengan transportasi pribadi.

Dilansir dari IndoGuideBook, sebuah survei telah dilakukan untuk mengetahui tren liburan di 2021. Hasilnya ada sekitar 47% masyarakat telah merencanakan berwisata, ini artinya bahwa pada situasi pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, perilaku konsumen untuk berlibur cenderung tetap stabil.

Menikmati keindahan alam pada tempat tempat wisata yang ada di daerah daerah di Indonesia menjadi salah satu cara rehat dari kesibukan dan keadaan kota yang penuh dengan polusi. Alam yang indah dapat memberikan energi yang positif pada diri. Tidak heran banyak masyarakat perkotaan yang rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk berwisata dengan keindahan alam mulai dari gunung hingga lautan yang pesona keindahan alam bak surga dunia.

Surga, idaman semua orang, semua agama, semua ajaran, semua kepercayaan, surga dalam pandangan mereka berbeda-beda, sesuai dengan nalar dan kepercayaan mereka. Tidak hanya orang dewasa yang mengharapkan surga, anak kecil pun yang belum tahu dosa dan pahala, juga menginginkan surga. Dan dalam pandangan mereka surga hanyalah satu keyakinan, yaitu tempat yang indah, semua serba ada, dan semua kebetuhan terpenuhi.

Orang yang sekian lama sibuk. dengan urusan kerja dan aktifitas lain terhadap proses menuju surga yang sebenarnya yaitu surga akhirat, terkadang membuat surga-surga dalam pikiran dan prilaku mereka. Misalnya dengan melakukan contoh seperti berpergian wisata untuk mencari ketenangan dan kedamaian istilah ngetrend hari ini di kalangan anak muda adalah “healing”. Padahal untuk mencapai tempat tempat yang indah di tempat wisata yang di tujuan yang di angan angankan dalam fikiran kita adalah surga dunia harus di tempuh dengan pengorbanan waktu dan tenaga serta biaya yang tidak sedikit, belum lagi disertai bermacet-macet ria. Rela berdesak-desakanpun dilakoni karena hal ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan mudik lebaran.

Dalam kesadaran kita perilaku perilaku inilah yang menghadirikan surga-surga dunia kenikmatan dunia. Melalui aktifitas ini diharapkan badan menjadi berenergi, fikiran menjadi segar kembali dan siap untuk menghadapi beban beban hidup atau aktifitas lain dalam kehidupan seperti bekerja, belajar, berbisnis dan lainnya.

Siapa yang tak mau masuk surga akhirat? Ini pastilah diimpi-impikan manusia selama hidupnya. Mengejar amal dengan berbuat baik, tentunya menjadi ajaran agama agar umat manusia bisa masuk surga.

Dalam Islam surga yang dijanjikan oleh Allah (bagi umat Islam) adalah tempat yang aman, nyaman, kekal (ad-Dukhan : 51-57). Tak memungkiri penulis pun juga selalu ingin menikmati surga dunia selagi masih hidup di dunia yang di ciptakan oleh ALLAH SWT dan memimpikan surga akhirat yang di janjikan pada kitab Al- quran yaitu surga yang kekal.[]

Featured image disediakan oleh www.99.co

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia