Islam Itu Damai, Anti Kekerasan

Oleh Rakhmi Ifada, S.Ag, M.Pd.I

(Guru PAI SMAN 1 Cigombong Bogor)

 

Kehadiran Islam di muka bumi merupakan ajaran agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW sebagai risalah dan rahmat bagi seluruh alam.  Islam sebagai agama yang sangat dekat dan akrab dengan kita sesama manusia, alam dan penciptanya. Kehadiran agama Islam di tunjukkan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat  demi mencapai tujuan hidup manusia damai sejahtera, selamat di dunia dan akhirat.

 

Islam secara bahasa berasal dari kata bahasa Arab, salima yang berarti selamat sentosa. Berasal dari kata salima, dibentuk kata aslama yang artinya memelihara dalam keadaan selamat sentosa, dan berarti juga menyerahkan diri, patut, tunduk, dan taat. Kata aslama kemudian menjadi kata Islam, mengandung segala arti yang terkandung dalam arti pokok. Oleh karenanya orang yang melakukan aslama atau masuk Islam dinamakan muslim yang berarti orang yang berserah diri, patuh, tunduk dan taat. Taat kepada aturan agama Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW dalam rangka menuju terciptanya kedamaian dan keselamatan hidup di dunia dan juga di akhirat.

Islam sebagai agama kasih sayang, yang rahmatan lil’alamin, mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menciptakan perdamaian dalam  kehidupan. Tatanan konsep pendidikan dan kehidupan  Islam yang damai, anti kekerasan terdapat dalam al Qur’an antara lain di Q.S. Ali ‘Imran ayat 159, QS. Al Ma’idah ayat 32, dan QS. Al Anbiya’ ayat 107.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

Oleh karena itu, Kami menetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.211) Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar-benar telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.

Tafsir tahlili QS Al Maidah : 32  tersebut adalah membunuh seorang manusia berarti membunuh semua manusia, sebagaimana memelihara kehidupan seorang manusia berarti memelihara kehidupan semua manusia. Ayat ini menunjukkan keharusan adanya kesatuan umat dan kewajiban mereka masing-masing terhadap yang lain, yaitu harus menjaga keselamatan hidup dan kehidupan bersama dan menjauhi hal-hal yang membahayakan orang lain. Hal ini dapat dirasakan karena kebutuhan setiap manusia tidak dapat dipenuhinya sendiri, sehingga mereka sangat memerlukan tolong-menolong terutama hal-hal yang menyangkut kepentingan umum. Sesungguhnya orang-orang Bani Israil telah demikian banyak kedatangan para rasul dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi banyak di antara mereka itu yang melampaui batas ketentuan dengan berbuat kerusakan di muka bumi. Akhirnya mereka kehilangan kehormatan, kekayaan dan kekuasaan yang kesemuanya itu pernah mereka miliki di masa lampau.

Jadi jika ada suatu kelompok tertentu atau orang-orang tertentu menjadikan Islam sebagai agama kekerasan, radikalisme. Mereka lakukan itu hanya untuk mendapatkan tujuan dan keinginannya. Ambisi mereka untuk menjadikan Islam sebagai agama yang anti kekerasan, membuat pandangan yang buruk bahkan menunjukkan kebingungan tersendiri diantara para pemeluk agama lain. Sedangkan Islam telah jelas mengajarkan tentang kedamaian bukan kekerasan.

Jika kita lebih mendalami, kita tidak dapat mengklaim bahwa Islam adalah agama kekerasan. Bagaimana Islam dapat dikatakan  kekerasan, karena kekerasan itu tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Islam berarti berserah diri kepada Tuhan, di sisi lain menciptakan perdamaian. Perdamaian itu sendiri dalam bahasa arabnya adalah “Salam”. Ketika seorang muslim menyapa orang lain dengan ucapan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, itu artinya seorang muslim telah menyebarkan salam, menyebarkan keselamatan, rahmat, keberkahan dan kedamaian. Sehingga mewujudkan ketenangan, perdamaian dalam masyarakat sebagai kewajiban agama bagi seorang muslim di seluruh dunia.

Seseorang yang berserah diri kepada kehendak Allah dan Sang Pencipta dan menciptakan perdamaian itulah sejatinya muslim. Dengan demikian Islam itu damai, Islam itu mewujudkan perdamaian dan muslim berarti orang yang mewujudkan perdamaian melalui kata-kata, tindakan, sikap dan perbuatannya, bukan dengan kemarahan dan kekerasan.

Islam adalah agama yang membawa kedamaian, dapat kita fahami dlam sejarah saat Rasulullah saw menyiarkan agama Islam pertama kalinya di jazirah arab, sebelumnya para penduduk arab berada dalam masa jahiliah, yakni masa kegelapan. Masa dimana para penduduk arab masih menjadi manusia yang lalai, suka mabuk-mabukan, berzina, suka melakukan perbuatan dosa, berjudi dan bahkan melakukan kekerasan, bayi perempuan ketika lahir pada saat itu di bunuh dan dikubur hidup-hidup.

Rasulullah SAW datang dengan membawa risalah kedamaian, wahyu pertama kali Allah SAW turunkan melalui Malaikat Jibril di gua hira kepada Nabi Muhammad SAW, telah mengubah dan memperbaiki pola pikir dan cara pandang para penduduk arab menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya dengan tatanan Islam.

Islam adalah agama yang mencerahkan kehidupan. Baik dalam hubungannya dengan Allah serta melahirkan kebaikan-kebaikan pada kemanusiaan. Selain itu, Islam juga menyebarkan tradisi membaca (iqra). Menyebarkan tradisi membaca atau literasi bagi umat Islam. Pentingnya literasi agar kita mempunyai nalar iqra, tradisi keilmuan, cerdas lahir batin dan menjadi ahli fikir.

Islam datang dengan membawa kedamaian, tidak hanya pemeluknya saja melainkan untuk semua agama yang berada di dunia ini. Islam rahmatan lill ‘aalamiin. (*)

Bogor, 17 November 2021

Gambar disediakan www.kompasiana.com

nomortogelku.xyz
Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia