Menyeberangi Lautan Demi Seleksi PPPK 2021, Guru Honorer PAI Ini Kecewa

Guru honorer PAI juga banyak yang gagal jadi ASN dalam seleksi PPPK 2021.Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Ketum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi mendesak pemerintah untuk menghentikan ketidakadilan terhadap honorer.
Dia menyebut ada banyak guru honorer PAI yang mengabdi di wilayah terpencil tidak diakomodir dalam rekrutmen PPPK guru 2021. “Ada banyak guru honorer PAI yang mengadukan nasibnya. Saya sampai sedih mendengarkan kisah mereka,” kata Mahnan kepada JPNN.com, Senin (27/9).

Muhammad Rusli, guru honorer PAI di wilayah terpencil menceritakan bagaimana keinginannya menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Rusli mengajar di SMPN 1 Bala Balakang, wilayah sangat terpencil. Dia sudah sembilan tahun berada di daerah daerah itu.

“Saya tinggal di tengah laut, antara Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur,” ujar Rusli. Namun, harapannya menjadi PPPK ambyar karena formasi yang tersedia sangat sedikit. Sementara peserta tes banyak sehingga harus bersaing ketat.

Belum lagi passing grade untuk guru PAI sangat tinggi sehingga banyak guru honorer yang tumbang.
“Saya berharap kami di daerah terpencil bisa dimudahkan jalannya. Tidak seperti sekarang ini,” ucapnya. Kisah seperti Rusli ini menurut Mahnan ada banyak. Guru honorer PAI yang mencerdaskan generasi penerus di wilayah-wilayah terpencil tetapi tidak diperhatikan pemerintah. (esy/jpnn)

Sumber berita: https://www.jpnn.com/news/menyeberangi-lautan-demi-seleksi-pppk-2021-guru-honorer-pai-ini-kecewa?page=2

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia