PETISI ONLINE #SAVEGURUAGAMA

Tangerang Selatan_Tidak masuknya guru pendidikan agama (GPA) dalam porsi rekrutmen ASN dan P3K menimbulkan keprihatinan di kalangan pendidik agama. Menurut Ketum DPP AGPAII, Mahnan Marbawi yang telah dimuat di berbagai media, hal ini merupakan “pengabaian terhadap guru agama”.

Menurutnya dari 235ribu guru PAI yang terdaftar sebagai anggota AGPAII antara 70-80% masih honorer. Penghasilan mereka rata-rata dibawah UMR. Bahkan ada guru PAI di Sumut dengan honor Rp 500.000/bulan yang diberikan setiap 3 bulan yang kemudian hal menjadi penyebab keluarganya berantakan. Dan masih banyak cerita nestapa lain di berbagai daerah.

Namun juga tidak dapat dipungkiri, dalam prosentase yang sedikit, ada guru agama dengan tingkat kesejahteraan yang memadai. Sekali lagi dalam jumlah yang sangat sedikit.

Waktu terus bergerak, tentunya akan semakin banyak guru agama yang pensiun, sementara tidak ada pengangkatan. Dapat dipastikan hal ini akan menimbulkan kekosongan guru agama ASN di beberapa tahun ke depan.

Pertanyaannya, ada agenda apa dengan penghentian pengangkatan guru agama ASN sejak beberapa tahun yang lalu dan saat ini dengan tidak adanya porsi ASN dan P3K dengan hilangnya frasa “agama” dalam peta Pendidikan Jalan Indonesia 2020-2035?

Bangsa ini membutuhkan pemimpin masa depan yang amanah untuk menyelamatkan bangsa ini. Hal ini tentu membutuhkan peran guru agama, semua agama di Indonesia, Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Budha dan Khonghucu.

Untuk mendorong dibukanya porsi guru semua agama pada rekrutmen ASN dan P3K, hari ini Tim Web AGPAII mengunakan akun Abd. Aziz Rofiq  membuka petisi #saveguruagama.

Silakan berpartisipasi melalui link http://chng.it/MRwvp5Cj

Mainkan jemari Anda sebagai bentuk perbaikan kesejahteraan mereka agar lebih dapat fokus dalam menjalankan tugas. (aar)

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia