SEMANGAT MODERASI GURU PAI BANTEN

Anyer_Pelatihan peningkatan kompetensi guru-guru PAI provinsi Banten yang berlangsung sejak Jumat ditutup secara resmi pada Ahad (5/05) kemarin. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pelatihan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menguatkan Moderasi Beragama di Sekolah ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Prov. Banteni dan ikuti 30 guru PAI SMA/SMK se-provinsi Banten.

Penutupan kegiatan (dok)

Dalam sambutannya, Sekjen AGPAII Ahmad Budiman mengajak para guru PAI peserta pelatihan untuk memperkuat AGPAII sebagai organisasi yang menaungi guru PAI di wilayah masing-masing.
“Kami pengurus pusat akan terus mengupayakan advokasi dan memperkuat kerjasama kelembagaan,”  demikian ujarnya. Ia mengemukakan beberapa hasil advokasi seperti munculnya porsi guru PAI di P3K dan beberapa contoh lainnya. Selain itu ia mengemukakan bahwa pelatihan yang tengah dilaksanakan ini merupakan hasil kerjasama dengan lembaga lain dalam hal ini INFID.

Saat ini AGPAII juga tengah berjuang mendorong pemerintah daerah untuk mengajukan usulan kebutuhan guru PAI dan menjaga agar nomenklatur guru pendidikan agama tetap ada di naskah-naskah perundangan di Indonesia.
“Saya mengajak guru-guru PAI dan guru-guru agama di seluruh Indonesia untuk meramaikan tagar #saveguruagamaindonesia di dunia maya,” demikian seru Budiman.

Sanita Rini memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik (dok)

Pada kesempatan yang sama, Sanita Rini yang mewakili INFID juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semangat peserta mengikuti pelatihan dan berharap ditindaklanjuti di sekolah dan wilayah masing-masing.
“Jangan lupa agar Bapak dan Ibu menularkan apa yang didapat di pelatihan ini yang terkait kompetensi dan moderasi beragama kepada teman-teman sejawat dan masyarakat,” ujar wanita yang menjabat sebagai Program Officer Preventing Violent-Extremism INFID ini.

Ahmad Budiman (Sekjen DPP AGPAII) menyampaikan penghargaan kepada peserta terbaik (dok)

Sanita juga mengatakan bahwa lembaganya puas bekerja sama dengan AGPAII. Semangat yang ditunjukkan AGPAII baik panitia maupun peserta membuat lembaganya terkesan dan siap melanjutkan kerjasama dengan AGPAII, demikian lanjutnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Sementara itu peserta menyampaikan terima kasih kepada AGPAII dan INFID yang telah mengikutsertakan mereka pada pelatihan ini. Beberapa orang diantaranya bahkan menyatakan telah bertahun-tahun menantikan pelatihan di luar sekolah dalam suasana yang berbeda. Mereka bertekad untuk turut memasyarakatkan moderasi beragama baik di kalangan siswa maupun di masyarakat melalui kiprah mereka baik sebagai penceramah maupun khatib. Terkait dengan radikalisme, seorang guru agama menyatakan bahwa apa yang mereka sampaikan kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang dibuat pemerintah dan jauh dari ajaran radikalisme. Demikian yang terangkum dari kesan dan pesan yang mereka sampaikan.

Adapun berdasarkan penilaian tahap akhir panitia menentukan peserta terbaik dan kelompok terbaik. Untuk peserta terbaik diraih oleh Susriyah, Ahmad S. Subakin dan Tedi Herwandi. Sementara kelompok terbaik diraih oleh Kelompok 1, Kelompok 3, dan Kelompok 5.[]

#saveguruagamaindonesia 

#saveguruagamaindonesia 

#saveguruagamaindonesia 

 

 

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia