WEBSERIES 4: (4) KALA KISAH, SUMBER INSPIRASI KEHIDUPAN

agpaiiweb_Memiliki siswa dengan beragam agama membuat Iha Hamidah harus memikirkan cara yang tepat agar kehidupan beragama di sekolah berjalan dengan baik. Berbekal beberapa keadaan yang sudah ada di sekolahnya, Iha merumuskan beberapa langkah yang ditulis dalam makalahnya yang berjudul “Implementasi Moderasi di SMAN 10 Bandung”.  Sekolah yang berdiri sejak 1968 ini telah mengikuti berbagai program diantaranya Sekolah Kebhinekaan, Sekolah Damai, Sekolah Ramah Anak, dan saat ini Moderasi Beragama.

Iha yang merupakan GPM menggulirkan implementasi MB di sekolahnya dengan dukungan pimpinan sekolah dan para guru. Para siswa juga dilibatkan melalui kegiatan kurikuler dan ekskul serta melalui kegiatan sub OSIS seperti Rohis, PPSK, PSHB, dll.

Pada kegiatan kurikuler, MB dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran materi Pernikahan kelas XII. Pada pembelajaran ini Iha memperkenalkan tatacara pernikahan dari berbagai agama yang dianut siswa. Kedua, menggali Kala Kisah yaitu kisah-kisah teladan yang menginspirasi kehidupan dengan berbagai latar belakang perbedaan. Di SMAN 10 Bandung Kala Kisah digali dari kisah-kisah kehidupan siswa-siswanya yang pernah hidup dalam suasana minoritas. Sekolah ini merupakan sekolah atlit dimana Sebagian siswanya pernah hidup di luar negeri. Selanjutnya cerita-cerita inspiratif selama berada di luar negeri mereka bagikan kepada teman-temannya.

Rencana selanjutnya adalah pembelajaran berbasis moderasi pada KD Penyelenggaraan Jenazah (kelas XI), Haji, Zakat dan Wakaf (kelas X), kemah bersama Rohis, PPSK, PSHB dan ekskul lainnya, diseminasi kepada guru PAI kota Bandung.

Junaidi Simun, penanggap dari CSRC UIN Jakarta mengapresiasi Langkah MB di SMAN 10 Bandung. Selanjutnya Junaidi menyarankan agar praktik toleransi lebih digali lagi, memfokuskan program keunggulan MB serta kendala dan capaian yang sudah berhasil dengan ukuran data kuantitatif. Dengan data ini data peningkatan lebih kuat. (*)

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia