Perjalanan Menuju Pelatih PPKB GPAI (Apresiasi Terbaik Kreator Konten Media Sosial Direktorat PAI)

(Bagian kedua)

Kegiatan yang mengambil slogan “PPKB GPAI Jelas Profilnya, Tepat Pelatihannya” memasuki hari kedua, Kamis 9 Desember 2021. Pagi hari bus yang mengangkut peserta meluncur menuju kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Jalanan yang masih lengang membuat perjalanan cukup singkat, 30 menit.

Materi hari ini adalah LMS. Apa itu LMS?

Secara umum, Learning Management System atau LMS adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian konten pembelajaran. Ada beberapa contoh LMS berlisensi yang bisa Bapak dan Ibu Guru coba yakni Moodle, Dokeos, Atutor, Docebo, Claroline, Chamilo, dan OLAT.

Dengan LMS para guru dalam pelatihan PPKB PAI akan dimudahkan sistem pembelajaran antara nara sumber dan peserta yang saling berkomunikasi. Materi ini berlanjut sampai sore hari dengan praktik langsung. Lelah hari ini terobati dengan ilmu baru didapat, pengalaman mengasyikkan tentunya melekat untuk selanjutnya terfikirkan bagaimana mengaplikasikan LMS ini di daerah masing-masing membersamai guru-guru dan teman sejawat.

Hari ketiga, peserta mendapat materi Publikasi Ilmiah dengan pemateri Dr. Andewi Suhartini, dosen UIN Bandung. Diawali dengan materi keterkaitan SKL, capaian pembelajaran, publikasi ilmiah dan penulisan artikel ilmiah.

Guru PAI agen Moderasi Indonesia satu tema tercatat untuk dipublikasikan, bagian dari penguatan. Publikasi ilmiah sebagai tempat hasil penelitian dan pengetahuan yang diperoleh dari sains dibagikan dan diajarkan kepada orang lain di dunia. Hasil tidak akan berguna bagi siapa pun jika tidak tersedia bagi pakar lain, untuk didiskusikan, dievaluasi secara kritis, dan dikembangkan.

Akibatnya, sejak permulaan ilmu pengetahuan modern, berbagai bentuk penerbitan telah memainkan peran sentral dalam karya peneliti yang harus mampu mempresentasikan karyanya secara cerdas dalam bentuk tertulis agar diakui oleh rekan-rekannya.

Filosofi tentang pengungkapan penuh buah dari karya intelektual ilmuwan terkadang dapat bertentangan dengan kepentingan untuk melindunginya dari penyalahgunaan. Misalnya mematenkan karya yang dihasilkan oleh orang lain, informasi kejadian spesies tanaman yang terancam oleh eksploitasi berlebihan, dan lain-lain. Sementara para sarjana abad pertengahan dan Renaissans sebagian besar menghasilkan buku-buku yang kebanyakan ditulis dalam bahasa Latin.

Melanjutkan tradisi ilmiah, potensi guru dalam menulis harus terus dipupuk. karya-karya mereka berupa artikel ataupun makalah dalam jurnal yang dikelola oleh masyarakat ilmiah, institut. Beberapa diantaranya aktif menulis dan diterbitkan secara komersial. Dengan publikasi ilmiah diharapkan kelas Profesional 2 menjadi lebih profesional dalam bidang tersebut dengan desain dan konsep yang jelas.

Selanjutnya di hari ke empat, 11 Desember 2021 materi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan nara sumber Dr. Asep Nursobah. Menurutnya PTK dianalogikan seperti shooting film atau sinetron yang dibawah arahan sutradara.

“Action itu ada planning/perencanaan. Ketika ada kesalahan maka “cut” kemudian diulang dan diulang lagi. Jadi bukan behavior atau kebiasaan, tanpa rencana,” demikian kata Kang Asnur, panggilan akrabnya.

PTK itu yang diteliti adalah tindakan yang dilaksanakan di dalam kelas. Kelas merupakan sebuah komunitas. Obyek yang diteliti adalah proses dan hasil belajar yang mengalami masalah. PTK dilaksanakan melalui siklus-siklus, tindakan refleksi atau merenungi kelebihan dan kekurangannya secara obyektif.

Selanjutnya para peserta praktik membuat kerangka proposal Penelitian Tindakan Kelas/PTK dan mempresentasikan di kelas.

Hari kelima, 12 Desember 2021pada pagi hari jam 08.30 bersilaturahmi dengan pegiat Guru-guru PAI Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) membicarakan isu-isu nasional, persiapan konggres dan advokasi P3K guru.

Selepas Dzuhur dan makan siang, tepat jam 13.00 dimulai materi penulisan modul. Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik. Modul minimal memuat tujuan pembelajaran, materi/substansi belajar, dan evaluasi.

Modul digunakan untuk dapat menggantikan fungsi guru. Guru bisa saja berada dalam pembelajaran yang menggunakan modul sebagai bahan ajar atau sumber belajar, namun guru hendaknya berperan secara minimal dalam pembelajaran tersebut. Dari penggunaannya yang dapat dimanfaatkan tanpa adanya guru, maka modul harus berisi hal-hal detail mengenai pembelajaran yang dilakukan mulai dari tujuan, perencanaan, materi pembelajaran, hingga evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran. Peserta didik atau siswa sendiri yang akan menerapkan seluruh kegiatan maupun panduan langkah-langkah yang harus dilakukan pada pembelajaran yang menggunakan modul yang menarik dan menyenangkan untuk peserta didik. Belajar modul secara maraton sampai jam 18.00 dengan rangkaian Lembar Kerja/LK yang harus dikerjakan oleh peserta TOT dan berlanjut dengan presentasi tiap-tiap kelompok.

Hari ke enam, Senin 13 Desember 2021 diawali dengan praktik penulisan modul seharian penuh sampai jam 15.00.

Modul adalah satu kesatuan bahan pembelajaran yang dapat dipelajari oleh peserta didik secara mandiri. Didalamnya terdapat komponen dan petunjuk yang jelas sehingga peserta didik dapat mengikuti secara runut tanpa campur tangan pengajar. Praktik pembuatannya antara lain para peserta TOT ada yang membuat modul sekolah penggerak dan ada pula yang masih menggunakan kurilulum 2013.

Jam 15.00 berlanjut dengan penulisan sistematika KTI. Karya Tulis Ilmiah adalah hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, atau pemikiran oleh perseorangan atau kelompok yang disajikan dalam bentuk tertulis dan disusun secara sistematis serta berlandaskan kaidah ilmiah. Sesi hari ini sangat melelahkan sekali karena malemnya hanya tidur 3 jam, shooting video pembelajaran bersama 24 Guru PAI yang bertugas artis kontennya sampai tengah malam. Tiada kendor semangatnya peserta untuk hari ini, tetap bertugas untuk berprestasi.

Pada hari ke tujuh, 14 November 2021 hari terakhir dan materi terakhir adalah praktik penulisan artikel ilmiah. Semua kelompok di kelas bekerja keras membedah dan menyempurnakan jurnal artikel ilmiah bersama nara sumber Dr. Andewi Suhartini untuk direview dan dianalisis. Tak terasa presentasi dan review berjalan empat jam sampai azan zuhur berkumandang. Diakhiri  dengan testimoni peserta dan doa bersama semoga para pelatih PPKB mendapat ilmu yang bermanfaat dan berkah untuk semua.

Sorenya kami bergegas melaksanakan postest di kelas Profesional 2 dalam waktu 30 menit dimulai jam 16.00. Kelas senyap, semua tenang mengerjakan post tes berharap dengan hasil meningkat dari pre test di hari pertama awal TOT. Alhamdulillah, hampir semua peserta meningkat nilainya beberapa digit dari penilaian sebelumnya. Itu artinya peserta TOT PPKB GPAI menyerap dengan baik materi dari para nara sumber.

Ucapan selamat dari Kemenag Kab. Bogor (dok)

Di malam hari sesi penutupan acara kegiatan TOT PPKB GPAI berlangsung meriah dengan serangkaian acara door prize yang menarik, pengumuman kelulusan Pelatih Nasional dan Pelatih Provinsi. Dan sewaktu diumumkan sebagai juara  terbaik Kreator konten Media Sosial oleh MC, syukur alhamdulillah namaku Rakhmi Ifada dari SMAN 1 Cigombong Bogor dipanggil maju ke depan dan diberikan penghargaan langsung oleh Direktur PAI, H. Amrullah, M.Si. Konten kegiatan TOT PPKB PAI dishare di Instagram, Facebook, you tube dan tik tok dengan hastag #direktoratpai #totppkbpai #gur paimoderat #gurupelopormoderasiberagama #gpmagpaii.

Sebuah prestasi yang patut disyukuri untuk perjuangan menjadi penulis sesungguhnya, belajar menulis tiada henti, terus menulis dan berlatih sebagai

Pelatih PPKB GPAI bidang Profesional 2 Publikasi Ilmiah. Terima kasih Direktorat PAI atas apresiasinya. Salam sehat salam moderasi. (rahmi)

Bogor, 16 Desember 2021

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia